Minggu, 08 Agustus 2021

TMII Punya Hutan Dinosaurus


TMII Punya Hutan Dinosaurus

    Siapa yang tidak tahu TMII ? Taman Mini Indonesia Indah merupakan salah satu tujuan wisata yang berlokasi di Jakarta. Hal yang selama ini saya ketahui dari TMII adalah museum, rumah adat, teater keong mas dan benteng-bentengnya. Berkunjung ke TMII merupakan hal yang wajib dilakukan selama kuliah bersama teman-teman dan bahkan ketika keluarga dari kota lain berkunjung, pasti menyempatkan diri untuk mengunjungi TMII. 

    Selama masa pandemi Covid-19, banyak-banyak tempat-tempat wisata yang terpaksa ditutup untuk mengurangi terjadinya kerumunan orang yang dapat mengakibatkan kemungkinan terjadinya penularan virus. Penutupan juga terjadi pada tempat wisata TMII yang berlangsung kurang lebih 4 bulan. Meski kini sudah dibuka kembali,  aturan tetap diberikan untuk pembatasan jumlah pengunjung dan pembatasan jam operasional. Selama berada di dalam lokasi, pengunjung juga diwajibkan menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan air dan sabun di tempat-tempat yang telah disediakan.

    Weekend kemarin kami ingin mencari tempat bermain yang dekat dari rumah untuk sekedar membawa Elisa, puteri kami untuk bermain di luar rumah. Pemilihan tempat pasti ditujukan pada tempat-tempat outdoor yang luas sehingga mengurangi risiko penularan virus Covid-19. Awalnya kami ingin mengunjungi Kebun Binatang Ragunan, namun setelah membaca di websitenya, ternyata balita tidak diperbolehkan untuk masuk. Oleh karena itu pilihan jatuh pada TMII. 
Di dalam perjalanan, kami mengecek wahana apa saja yang menarik dan aman untuk anak. Kemudian muncullah nama Taman Legenda Keong Mas. Di dalam taman tersebut terdapat bermacam-macam wahana bermain anak, beberapa hewan, dan juga taman bunga serta petualangan dinosaurus.

    Begitu tiba di TMII, kami langsung menuju parkiran Taman Legenda untuk memarkirkan mobil. Kemudian kami membeli tiket masuk pada loket yang tersedia. Harga tiket per orang adalah Rp85.000 untuk weekend dan Rp70.000 untuk weekday. Setelah membeli tiket, kami diberi gelang berwarna hitam untuk digunakan sebagai tiket untuk menikmati wahana bermain secara gratis. 
Hampir semua wahana dapat digunakan dengan gratis kecuali andong dan juga menunggang kuda yang masih harus berbayar. Kita harus membayar sebesar masing-masing Rp30.000 untuk dapat menunggang kuda dan menaiki andong di sepanjang arena yang ditetapkan.









    Wahana pertama yang kami naiki adalah bianglala. Namun, sebelum kami menaiki wahana tersebut, tentunya tidak ketinggalan untuk berfoto dengan latar bianglala yang besar. Karena gerakan memutar bianglala begitu lambat, kami merasakan cahaya matahari yang panas karena bertepatan di siang hari yang terik. Elisa tidak tahan berlama-lama di wahana ini karena merasa bosan dan kepanasan.
Selanjutnya kami menaiki carrousel (komedi putar) yang pada akhirnya menyebabkan Elisa betah dan tidak mau turun meski sudah mengikuti 3 kali putaran.






    Masih di dalam Taman Legenda ini, juga terdapat Rabbit park dimana kita dapat memberi makan kelinci dengan wortel yang telah disediakan. Wahanan ini paling disukai oleh Elisa. Selain bisa melihat rabbit secara langsung, dia juga bisa memberi wortel ke mulut rabbit  dengan menggunakan tangannya sendiri. 
Taman Legenda terkenal dengan petualangan dinosaurusnya. Meet Dino adalah wahanan diamana anak bisa menaiki boneka dino yang bisa bergerak dengan listrik. Boneka dino nya juga didesain sangat mirip menyerupai dino aslinya. Berbagai jenis dino ada di dalamnya. Karena kami belum berani melepas Elisa untuk menunggangi boneka dino sendiri, khawatir kalau terjatuh, maka papa pun ikut menemani Elisa mengelilingi wahana seperti tergambar pada gambar berikut.
Puas dengan menunggangi dino, kami bergerak menuju beberapa hewan, seperti kuda poni, sapi mini, kambing, unta mini, dan tentunya kuda. Namun kita belum sempat berfoto karena terlalu asyik memperkenalkan hewan-hewan tersebut ke Elisa.
Puas bermain, kami pun menikmati makan siang di food hall yang tersedia di pinggir danau buatan . Jadi pemandangannya sangat bagus, selain itu lebih aman karena makan di ruangan terbuka mengurangi risiko penularan virus dan penyakit lainnya. Ketika kami datang, hanya ada 2 meja yang terisi oleh pengunjung lain, sehingga kami bebas memilih meja yang berjauhan dengan pengunjung lainnya. 

Makanan yang tersedia beragam, mulai dari makannan ringan, roti bakar, pisang keju coklat, hingga bakso, mie dan juga tersedia makanan dengan menu utama nasi. Harga yang tersedia bervariasi, meski menurut pendapat saya makanan disini mahal. Kami memesan 1 porsi bakso dengan harga Rp35.000, mie ayam seharga Rp 30.000, dan Rp 40.000 untuk seporsi mie goreng. Kami juga harus mengeluarkan uang senilai Rp 5.000 untuk membeli air mineral berukuran 330 ml, dimana biasanya cukup untuk membeli air mineral botol berukuran 600 ml. Namun semua terbayar karena rasanya yang lumayan.
Sambil menikmati makan siang, kami juga bisa memberi makan ikan di danau dengan membeli pakan yang disediakan bagi pengunjung yang mau memberi makan ikan.

    Setelah selesai bersantap ria, kami pun bergerak menuju wahana yang paling membuat penasaran, yaitu Petualangan Dino. Lokasinya paling dekat dengan pintu keluar Taman Legenda. Sebelum memasuki wahana ini kita disambut oleh Pterosaurus, yaitu jenis dino bersayap dan bisa terbang.
Letaknya tepat diatas gate dan keseluruhan menggunakan sensor tubuhdan gerak untuk dapat berbunyi. Jadi begitu kita mendekati gate, 
Pterosaurus, bergerak dan bmengeluarkan bunyi khasnya. Wow keren!
Petualangan dimulai dengan memasuki hutan dino yang terdiri dari pohon-pohon besar yang dibuat seolah kita merasa sedang berada di hutan belantara. Benar saja, di dalam hutan ini terdapat banyak jenis dari dinosaurus dengan ukuran besar dan desain yang sagat mirip dengan aslinya. Sensor gerak yang menyebabkan dino bersuara ini pun semakin menambah kekaguman pada wahanan ini. Kami dapat kesempatan untuk menunjukkan pada Elisa apa yangselama ini dia lihat dan baca di buku dongeng tentang dino. Mulai dari Triceratops dengan tanduknya, Ankylosaurus dengan cangkang durinya, T-Rex dengan taringnya yang menyeramkan, Titanosaurus dengan ukurannya yang sangat besar dan masih banyak jenis dino lainnya.
 Awalnya saya khawatir apabila Elisa takut mendengar suara keras dan menakutkan dari dino ditambah lagi wajah-wajah dino yang menyeramkan. Akan ettapi saya salah, justru Elisa sangat menyukai wahana ini. Bahkan dia ikut menirukan suara dino yang dilihat dan di denganya.Jalur yang kita ikuti menuju ke perhentian terakhir yaitu toko souvenir. Begitu masuk ke dalam toko, kami disuguhi dengan berbagai jenis boneka dino dengan berbagai warna dan ukuran. Kami pun mengizinkan elisa memilih boneka yang akan dia bawa pulang, dan ternyata dino yang diambil adalah  boneka Trex yang berwarna coklat dengan mulut menganga dan taring yang berjejer. Sungguh anak pemberani!


Bagi kamu yang sedang mencari tempat wisata  edukasi outdoor yang ramah untuk anak dan lokasi di Jakarta, berkunjunglah ke TMII dan coba berpetualang di Hutan Dino. Dijamin seru!

Minggu, 29 Maret 2020

29

"Life is always bringing Unexpected Gifts." (-May Sarton-)

Tomorrow is my birthday. March, 30th, 2020, I will be 29 years old. I am a happy wife with a wonderful baby girl and a superhandsome man as my partner. What  can I say more?
Yap, My life is Unexpected Gifts.

29 years ago, my mom has imagined that her second daughter will be a strong, success and happy woman. She has prayed for me day by day and wished the best happen on me.
Here me now, as a mother and a strong woman as she wished.

I remember that I ever written about my life plan in my Life Proposal. On that time, I hope that I will marry a man at 27 years old. And do you know? 'Life is always bringing Unexpected Gifts' !
I had my sweet wedding party when I was 27 years old. Somebody may say that it must be an easy plan to make,but this is my life, and I know how it difficult to find a best man on my side.

Again that Life Proposal remind me about my dreams. Some of them still not happen until now. But, 'Life is always bringing Unexpected Gifts,' for me, it's absolutely right. I have a dream to go on the next level for my education. I want to get scholarships and go abroad, with my family,certainly.
I know it will be a little difficult now. I am a career woman, a wife and a mother now. I can't imagine how it can works on my plan, but I can say it will happen on me. I can and I will. Watch on me!!

First of all, the deepest of my heart, I cried thank you for my only God, my King, Savior, Jesus.
He is my Sunshine and my rain. 'Life is always bringing Unexpected Gifts' and I know that He manage all for me.

Tomorrow will be the same, but I will not take it same.

Happy 29 , Eli!
I love you..


Minggu, 10 April 2016

25



30 MARET 2016
Moment yang tak pernah kusangka sebelumnya, bahwa rasanya akan seperti ini…
Entahlah, sulit bagiku mengungkapkannya dengan kata-kata..
Usia 25, dimana pertama kalinya aku menyebut usiaku ¼ abad,
seperti yang diucapkan oleh orang lain ketika memasuki masa ini..
Waktu ternyata berlalu begitu cepat. Bayi mungil yang orang tuaku bilang hanya seberat 2,6 kg.. kini telah tumbuh menjadi seorang  wanita dewasa yang menginjakkan kakinya di usia barunya pada hari ini.
Aku berusaha keras menahan rasa ini dan mencoba menuangkannya untuk menggambarkan perasaanku di hari yang tentunya bersejarah dalam hidupku.

Ketika bangun dan membuka mata, aku bersyukur karena masih ada.
Aku bersyukur karena masih disini, aku bersyukur karena DIA..
DIA yang telah mengizinkanku hadir di dunia ini, dengan limpahan cinta dan kasih sayang, dengan setiap lembar cerita yang telah terukir selama 25 tahun ke belakang.

Pagi tadi ketika aku memetik gitar dan mengangkatkan pujian Kekuatan di hidupku…
Aku terhanyut dalam luapan rasa syukurku kepadaNya. Aku sungguh menikmati setiap lawatanNya..
Sejenak anganku terbang ke masa kecilku,, dan ahhh… aku sangat bersyukur dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga ini.
Aku bersyukur akan kedua orang tua ku , akan bersyukur akan kaka dan adikku.. aku bersyukur akan penempatan pertamaku di dunia ini., bukan di keluarga yang lain, tapi di keluarga ini..
Setiap musim itu terulang kembali..
Masa kecil, masa remaja, persahabatan, perkuliahan, hingga pekerjaan,,,
dan kusadari benar..mereka lah orang yang selalu ada di belakangku dan berkata ‘majulah nak…’
mereka lah orang yang mengerti dan bertindak sebelum aku menyatakannya..
mereka lah orang yang akan kukejar hanya untuk menemukan sandaran saat aku merasa letih dan penat akan semua yang kuhadapi..
Terimakasih Tuhan buat keluarga ini…


Dan malam ini,
jari-jari kecil yang kini berusia 25 tahun, memetik senar, mulai bernyanyi untuk menuangkan penutup malam dalam hari yang akan terkenang suatu nanti.
Kini aku berhadapan dengan Penciptaku..
Dia yang menjadi penulis skenario kehidupanku..
Dia yang bahkan mengajarkanku untuk memerankannya,..
dan kini,, aku bertanya dalam hatiku…

Akan apa yang BAPA telah ukir bagiku, adakah filmnya tidak berjalan dengan baik?
Apakah aku sering melakukan kesalahan yang membuatMu harus meng-cut dan menggantinya dengan sedikit polesan lagi sehingga aku bisa melanjutkannya sesuai yang Engkau harapkan?
Bagaimana penilaianMu terhadap ku selama 25 tahun ini?

Tuhan, inilah aku pada malam hari ini.
Aku yang dari kecil Engkau bekali dengan mimpi dan harapan.
Seorang wanita yang pantang menyerah dan terus mencoba..
Seorang pribadi yang berusaha untuk dekat dan mengejar terus hadirMu dalam hidupku.
Jangan biarkan semangat itu padam.,
tetaplah izinkan ia bersamaku.
Bawalah aku untuk terus berjalan sambil menggenggam mimpi dan harapan..
kemudian berlari , naik dan naik untuk meletakkannya disana..
di suatu tempat terindah sehingga setiap orang dapat melihat betapa indahnya hidup dengan mimpi dan harapan...

Tuhan, aku tahu banyak yang masih berantakan dalam hidupku..
bahkan hatiku dan pikiranku…
Tapi tiada jalan lain aku pergi untuk meminta pertolongan, pengampunan dan pemulihan., selain kepada Yesus saja…
KepadaMu ya Tuhan, aku mengucap syukur, aku butuh Engkau dalam langkah hidupku ke depan.

Aku akui di hadapanMu Tuhan, ,,
aku banyak dosa dan kesalahan.. sering aku jatuh, dalam dosa-dosa itu..
Dengan segenap hati aku memohon ampun kepadaMu..

Tapi inilah hatiku ya Tuhan,
aku rindu mendengar suaraMu, setiap hari, setiap saat…
Mengetahui dan mengerjakan kehendakMu dalam masa-masa hidupku..
Bukan apa yang aku mau ya Tuhan..
melainkan apa yang Tuhan inginkan untuk aku kerjakan,
itulah kerinduanku….


Kemudian aku membuka satu lembaran daftar mimpi yang pernah kutulis..
Butuh tindakan bukan hanya kata..
maka aku merobek lembaran itu dengan sangat hati-hati,
kemudian menggantungkannya disana, agar hatiku dapat merasakannya dan tanganku dapat mencapainya ketika kakiku melangkah menuju dia...

Senin, 30 Maret 2015

Romantika


Senandung lagu yang mengalun bagai suara yang bergerak
Mengalir, lebih dalam menuju suatu ruang di hati ini
Tiada perlu melihat, tapi hanya dapat menikmati dengan mata terpejam

Berjalan dan terus mencari
Berusaha namun tiada dapat terhenti
Keegoisan mulai luluh dengan kehangatan yang terasa
Bagaimana mungkin diri sangggup memadamkannya

Semakin aku mencoba, semakin terasa nyata
Semakin aku menjauh, bayangmu terasa dekat..

Dikau sang pujangga hati
Adakah kau rasakan hal yang sama
Saat ini aku tersiksa
Dengan sebuah rasa yang tiada dapat kubendung
Adakah kau mengerti saat air mata menetes
Sebagai cara melawan semuanya...

Wahai matahari dan rembulanku
Bisakah jelaskan arti semua ini
Akankah kudapat berdiri tanpa dirimu disini
Apakah kau mendengar seruan dari dalam jiwa
Untuk sebuah kata yang disebut rindu..

Saat lagu terhenti
Dan mata terbuka
Kutahu kau tetap disana
Kuyakin kau akan kembali
Demi sebuah rasa,
Demi sebuah asa,
Demi sebuah cinta...

Kamu

Kamu memang belum sempurna seperti Pangeran yang sering kugambar dalam anganku..

Kamu bukan sosok pahlawan berjasa yang muncul dalam keadaan sulit sebagaimana seharusnya

Kamu tidak berusaha banyak untuk membangun suatu tempat dariku yang akan kau diami nantinya

Kamu hanyalah pria biasa yang hadir di saat tangan ini tidak ingin menggambar .

Kamu adalah sosok yang bahkan selalu ada namun tak pernah memiliki arti disini

Kamu hanya bergerak dalam arus kehidupanmu...

yang ternyata membawa dirimu kepadaku.

Rabu, 17 Desember 2014

Jawaban

Pasti ada kenangan di setiap kejadian..
Meskipun melakukan banyak kegiatan..nikmatilah prosesnya, karena tantangannya pasti berbeda.. kenangannya pasti tidak sama.
Satu hal pasti..waktu dan kesempatan sama tidak akan berulang.
Dimensi yang rumit dan juga unik.

Hal inilah yang selalu kupegang dalam menjalani setiap hariku, keadaanku dengan penuh semangat.

Dan kesempatan kali ini... aku bersyukur mendapat kesempatan merasakan bahagia di tengah- tengah kesibukan ini.

Bahkan hari ini aku merasa bagaikan seseorang yang terlahir kembali sebagai remaja putri yang sedang tersipu malu ketika melihat seseorang yang dikaguminya.
Bagaikan menemukan bagian sosok diriku yang sempat pudar.

Bersama dia kembali. Dia yang pernah menggoreskan sepenggal cerita ketika pertama kali bertemu...
Dia yang dengan keceriaannya mampu mengetuk pintu hati ini...
Dia dengan segala pesonanya yang membuat bibir ini tak mampu membendung kata untuk mengaguminya.
yaa...aku tak akan lupa rasa itu. Bahkan setelah kupendam beberapa lamanya..
Namun aku memberanikan diri untuk membukanya kembali..
Tanpa harus merasakan  sakit kali ini.

Kini aku hanya berbahagia akan kehadirannya. Kejutan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya..
Waktu-waktu yang dilalui bersamanya dan tiap moment berlalu..
Tanpa tahu, kemana semuanya akan menuju
Tanpa ragu tetap berjalan dan berharap...

Semakin jauh menyusuri jalan yang membawa diri ini
membuka pintu demi pintu, memasuki ruang demi ruang
Namun belum kutemukan jawabannya.
Hingga aku berhenti disana,
melihat dirinya dari satu sudut berbeda, yg mungkin dulu pernah hadir
namun ternyata kuabaikan,,
Sesuatu itukah yang menjadi alasan
dia hadir di hidupku?

Kini warna kembali cerah,, namun terasa bagai terbelah..
Dan perbedaan itu terlihat sungguh jelas.
Jalan akan mencapai ujungnya,
keputusan akan menjadi awal untuk semuanya..
Hanya hati yang tahu,
yaa.. hati yang tetap terpaut dan mengarah pada Sang Pemilik Jawaban.

Rabu, 01 Oktober 2014

He

He,who has ever been in my life for just a little time.. Is he the one?
Could I mention his name in every night I pray?

Pembicaraan tadi siang ternyata berlanjut ke malam ini...
Seolah-olah mereka ingin tahu isi hatiku yang sebenarnya.. aku mengerti arah pembicaraan ini.
Mengapa mereka menanyakan tentang komunikasi diantara kami?
Jawabnya mudah.. 'Memang tidak ada hubungan spesial diantara kami yang mengharuskan komunikasi harus terus terjalin diantara kami...
Hahaha... orangtua pasti bisa diduga...

Tapi tidak kupungkiri.. saat ini aku memikirkannya.. yaa..aku memikirkannya..
Memang semuanya terasa sangat tidak wajar..komunikasi yang baik diantara kami.. bahkan kedekatan dan perhatiaannya yang mulai muncul, hilang begitu saja .. dirinya seolah ditelan bumi entah kemana...
Hanya dalam hitungan beberapa hari saja...
Seolah kami tak pernah mengenal satu sama lain..even,itu sebagai adik dan kaka..

Aku semakin yakin,dia yang bersamanya saat itu adalah wanita pilihan hatinya.
Namun..misteri itu pun belum terpecahkan.
Apa maksud dari semua skenario itu?
Siapa sebenarnya wanita itu?
Mengapa mereka tidak mengakui saja hubungan diantara mereka..namun seolah menyembunyikannya dariku..
Dan untuk apa aku ada di tengah mereka?
Saat aku menempatkan diriku sebagai adiknya.. namun dia memperlakukanku seolah lebih dari itu...

Rumit memang.
Kerumitan itulah yang membuatku mundur dan berbalik segera dari dirinya saat ada kesempatan untukku keluar dari zona rumit tersebut..
Unfortunately buat dia.. aku bukanlah seseorang yang penasaran dengan skenario..
Apalagi kalau sampai terbukti bahwa skenario itu adalah benar dilakonkan oleh mereka sebagai sebuah drama...

Namun hari ini.. aku kembali mendapatkan kabar tentangnya.. dari orang terdekatku...
Benarkah wanita yang bersamanya saat itu.. adalah wanita yang disebut-sebut telah meilih untuk meninggalkannya?
Atau wanita yang berbeda?

Seandainya pun dia telah sendiri..apakah dia orangnya?
Apakah aku akan menyebut namanya dalam doaku.. ketika aku menghadap kepadaNya..,Yang Maha Pengasih dan Maha Mengetahui...
Atau apakah ini hanya sebatas ketertarikan yang mendorongku mendoakannya.. yang  sebenarnya menjadi kedok untuk menyembunyikan bahwa aku ingin bersamanyaa??

Ohh..tidak... tidak mungkin..dan tidak boleh...
I'm afraid.. It was same with the case of someone before..

Yang aku tahu...I'll be always stand on His Way...
Is there chance for us?

Yahh... tapi apapun itu..kini aku belajar untuk membawanya dalam doa-doaku. Dan selamanya aku percaya bahwa DIA pasti telah mempersiapkan yang terbaik buatku..

Senin, 08 September 2014

Pengalaman Pertama Buat Paspor

Hallo guys?? Sudah pada punya paspor?
Seperti itulah yang ditanyakan oleh seniorku di kantor. Dia menyarankan untuk kami buat paspor karena sangat mudah dan biayanya murah. Apalagi saat ini biaya transportasi wisata keluar negeri sangat murah, bahkan jauh lebih murah dibanding biaya wisata di negeri sendiri. (Catatan buat pemerintah, 'Tolong diperbaiki, sehingga warga Indonesia lebih senang berwisata dalam negeri daripada ke luar negeri.).
Oya, bagi kamu-kamu yang ingin membuat paspor, aku ingin berbagi tentang tahapan pembuatan paspor online dan juga berbagi cerita tentang pengalamanku ketika melewati setiap tahapan.

Akhirnya aku memutuskan untuk membuat pasapor. Dengan menggunakan fasilitas pembuatan paspor online pada  imigrasi.go.id , aku pun mulai larut dalam setiap tahapan dalam pembuatan paspor tersebut.
Adapu tahapan dalam pembuatan paspor secara online adalah sebagai berikut :


  • Isi Formulir Pendaftaran yang ada di imigrasi.go.id
  • Lakukan pembayaran pada bank BNI
  • Datang ke kantor imigrasi dengan membawa syarat" yang ditentukan
  • Tahapan foto dan wawancara
  • Pengambilan Paspor
Mudah sekali, bukan? Sebelum kamu menduga dengan asumsi yang berbeda-beda, aku akan menceritakan pengalaman saat melewati tahapan demi tahapan.

Saat ini aku bekerja sebagai seorang pegawai negeri di salah satu kementerian yang bertempat di Jakarta Pusat. Seniorku di kantor, yang menyarankanku untuk membuat paspor secara online, membantu dengan membuatkan surat Keterangan Bekerja.
#Catatan : Bagi pegawai dan  karyawan, diharapkan untuk membawa Surat Keterangan Bekerja.

Kemudian saya masuk ke situs imigrasi.go.id


Kemudian masuk ke pilihan Layanan Publik >> Layanan Paspor Online.>>Pilih Pra Permohonan Personal





Lanjut dengan Pengisian Formulir seperti gambar di bawah :



















Setelah selesai mengisi formulir tersebut, konfirmasi pendaftaran akan dikirimkan ke email kamu.
Kemudian ikuti langkah yang ada di kkonfirmasi pendaftaran tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan pembayaran ke bank BNI.
Setelah melakukan pembayaran, buka email, dan klik LANJUT, untuk melanjutkan pendaftaran.
Di tahap ini, kamu dapat memilih waktu untuk datang ke kantor imigrasi untuk melakukan pengumpulan berkas dan melakukan wawancara serta foto.
Selanjutnya kamu akan menerima konfirmasi email yang menunjukkan konfirmasi bahwa kamu telah terdaftar dan telah melakukan pembayaran, dan lembar tersebut harus dicetak.

Kini saatnya mempersiapkan syarat-syarat yang dibutuhkan.

  • Kartu Keluarga dan fotocopy nya
  • Akta Kelahiran dan fotocopy nya
  • Ijazah terakhir dan fotocopy nya
  • KTP dan fotocopynya (copy dalam 1 lembar hvs, tidak perlu digunting, memudahkan kamu dan juga pegawai imigrasi dalam pemberkasan)
  • Bukti Pembayaran dari BNI
  • Lembar Konfirmasi Pendaftaran
Akhirnya tibalah waktu dimana aku harus datang ke kantor imigrasi. Saat itu aku memilih hari Senin.
Aku pergi bersama tiga orang teman yang juga memiliki kepentingan yang sama. Pada awalnya kami sudah berencana untuk berangkat dari pukul 7 pagi  agar dapat antrian terdepan.
Tapi karena satu dan lain hal yang harus dikerjakan di kantor, kami berangkat pukul 10 pagi.
Kami menggunakan taxi karena lebih cepat dan murah mengingat jarak dari kantor yang berada di daerah Senen menuju ke kantor imigrasi Jaktim tidak terlalu jauh.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, kami tiba di kantor imigrasi Jaktim.
Ini merupakan kali yang pertama  bagiku untuk berkunjung ke kantor tersebut.
Lokasinya sangat mudah ditemukan karena terletak di depan Terminal Transjakarta Imigrasi dan berdekatan dengan LP Cipinang.

Ketika melihat ada petugas di bagain depan, kami langsung menanyakan loket yang harus kami tuju.
Tidak sulit untuk menemukannya. Kami hanya perlu menaiki tangga menuju lantai 2 dan menunjukkan berkas yang kami bawa di Loket 6. Kemudian petugas di loket 6 mengecek kelengkapan berkas, mengembalikannya kepada kami disertai dengan nomor antrian untuk wawancara dan foto.
Melihat begitu banyak orang yang mengantri, kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di kantin yang ada di lantai bawah.
Perkiraan kami ternyata tepat. Selesai makan siang, kami kembali ke atas dan hanya menunggu beberapa saat, giliran kami pun tiba untuk melakukan foto dan wawancara.
Aku sempat agak mengeluh karena yang mengantri di ruangan begitu ramai. Kami menanti giliran sambil mengobrol dan membicarakan dari hal-hal penting sampai yang tidak penting. Hahahaa, hanya membuang rasa bosan.


Kira-kira satu jam kemudian, giliranku pun tiba. Jangan lupa pasang senyum di wajah ketika foto ya.. Hahhaa
Selesai difoto, kami duduk kembali untuk kemudian menanti panggilan menuju ruang wawancara.
Tidak begitu lama selang waktu antara foto dengan wawancara, karena akan dipanggil 10 orang dalam 1 kelompok.
Untuk pemanggilan wawancara ini, petugas tidak lagi memanggil nomor antrian, melainkan memanggil nama para peserta yang tertera dalam berkas yang mereka kumpulkan. Hal ini tentunya bagus, agar tidak terjadi kesalahan orang yang akan memasuki ruang wawancara.
Kami pun pindah menuju loket 10 untuk melakukan wawancara.
Bagi kamu yang belum pernah membuat paspor, tidak perlu khawatir pada bagian ini. Asal berkas kamu lengkap, dan mengikuti semua prosedur, prosesnya akan sangat cepat.
Saat itu aku diwawancarai oleh petugas yang benar-benar memperhatikan kelengkapan dan ketepatan berkasku. Beliau sangat teliti dan tegas, namun aku juga tetap diwawancarai dengan santai dan sedikit bercanda.
Beliau memintaku menyerahkan fotocopy berkas,  mengecek sekali lagi data yang aku isikan secara online di komputernya dan kemudian dia sendiri mencocokkan data-data tersebut dengan berkas asli yang kuserahkan. Hal-hal yang ditanyakan adalah seputar tujuan kita dengan membuat paspor dan negara tujuan jikalau ingin berwisata.
Wawancara selesai dan kami pun pulang dengan membawa berkas asli dan juga slip bukti pembayaran di bank. Slip bukti pembayaran ini yang nantinya juga akan digunakan untuk tanda bukti dalam pengambilan paspor. Proses pembuatan di kantor imigrasi ini membutuhkan waktu selama tiga hari. Memang terbilang belum efektif jika dibandingkan kantor imigrasi yang sudah menerapkan metode One Stop Service dalam pelayanannya.

Tiga hari kemudian kami datang kembali ke kantor imigrasi untuk mengambil paspor yang sudah jadi. Sesampainya disana kami langsung menuju ruang pengambilan paspor di lantai 1. Hanya ada beberapa orang yang mengantri di dalam ruangan tersebut. Hal ini dikarenakan proses pengambilan paspor berjalan cepat dan lancar. Kita hanya perlu meletakkan slip bukti pembayaran bank di tempat yang telah disediakan, nama kita dipanggil, kemudian bubuhkan tanda tangan di buku tanda terima mereka dan tentunya juga di bagian tanda tangan di paspor kita. Namun satu hal yang tidak kami lakukan adalah memonitor melalui internet atau sms center untuk mengetahui apakah paspor sudah jadi atau belum.Ketiga temanku sudah mendapatkan paspor mereka, namun tidak demikian denganku. Ternyata pasporku belum selesai dengan alasan masih belum ada konfirmasi wawancara. Dengan demikian aku harus kembali naik ke lantai 2 dan menemui petugas wawancara yang telah mewawancaraiku. Ketika bertemu dengan beliau, dan menyampaikan keterangan pasporku yang belum selesai, beliau pun bingung dan kemudian melakukan pengecekan ke ruang pengecekan berkas. Ternyata kesalahannya terletak pada kata 'Br' yang tercantum di nama lengkapku.
Untuk informasi 'Br' itu merupakan singkatan dari Boru, dalam bahasa Batak, sebagai penanda seorang wanita yang memiliki marga.
Beliau menyampaikan bahwa penggunaan singkatan pada nama tidak lagi diperbolehkan menurut aturan penulisan nama di paspor. Oleh karena itu, mereka harus memprosesnya terlebih dahulu. Aku pun memutuskan untuk menunggu. Namun beliau berkata bahwa prosesnya memakan waktu maksimal tiga hari. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan menanti tiga hari lagi untuk kemudian datang kembali. Sedikit rasa kesal sih, kenapa kesalahan penulisan nama itu tidak dikonfirmasi sejak awal dan kenapa waktu untuk proses perbaikannya hingga tiga hari, karena menurutku itu dapat diproses segera. Namun untuk mengikuti prosedur, aku mengurungkan niat untuk menunggu hari itu juga.

Empat hari kemudian, aku ditemani salah satu temanku yang juga memiliki jadwal pengambilan paspor di tanggal tersebut, berangkat ke kantor imigrasi. Sebelum kesana, aku mengirimkan sms ke nomor sms center yang tertera di website untuk mengetahui apakah pasporku sudah jadi atau belum, namun setelah menunggu hingga jam makan siang, sms balasan tak kunjung datang. Akhirnya aku memutuskan berangkat pada jam istirahat bersama temanku. Kami sengaja mengambil jam istirahat, agar tidak mengganggu jam kerja. Di kanto ku jam istirahat sampai pukul 13.30, sedangkan di kantor imigrasi hanya sampai pukul 13.00 WIB.
Kami berangkat pukul 12.40 dan tiba pukul 13.00 WIB, seperti yang aku ceritakan diatas, jarak antara Senen dengan Cipinang butuh waktu tempuh lebih kurang 20 menit.
Sesampainya di loket pengambilan paspor, temanku berhasil mendapatkan paspornya hari itu. Namun apa yang terjadi dengan pasporku? Petugas di loket pengambilan paspor tetap mengatakan bahwa belum ada konfirmasi bahwa aku sudah melakukan wawancara. Maka aku kembali naik ke lantai 2 untuk menanyakan keterangan pasporku. Sesampainya disana aku langsung menemui petugas yang semula mewawancaraiku untuk kali yang ketiga. Beliau menyampaikan bahwa kata 'Br' di dalam namaku tidak dapat dicantumkan sehingga aku harus membuat surat pernyataan atau permohonan untuk tidak mencantumkan kata 'Br' tersebut di dalam nama lengkapku di paspor.
Aku pun tetap mengikuti prosedur meskipun ada rasa kesal di hati dan tanda tanya yang tidak bisa kutemukan sampai saat ini, "kenapa baru sekarang? Kenapa tidak dari semula? Kenapa harus setiap aku datang, ada hal baru yang harus aku kerjakan? Apa serumit ini?"
Jika dibandingkan di tempat kerjaku, kami selalu berusaha menyelesaikan setiap surat yang masuk, sesegera mungkin, sehingga surat tersebut dapat segera diproses. Namun kenapa disini hanya untuk memperbaiki nama butuh tiga kali untuk datang ke kantor ini. Mungkin ini yang boleh menjadi masukan bagi mereka, agar dapat memperbaiki sistemnya untuk masa mendatang.
Namun ada hal yang cukup menghiburku disini. Para petugas begitu ramah. Bahkan ketika aku menulis surat pernyataan di meja resepsionis yang ada ada di ruang wawancara, beberapa petugas menghampiriku dan membantuku dalam membuat surat pernyataan tersebut. Tanpa segan-segan seorang bapak petugas di ruangan tersebut mengajariku membuat surat pernyataan yang dimaksud dan yang seorang lainnya mengambilkan materai untuk ditempel di bagian bawah lembar pernyataan yang telah kubuat. Hal ini sedikit mengurangi pikiran negatif terhadap cara kerja di kantor tersebut.
Jadi buat kamu yang masih memiliki tulisan 'Br' di dalam nama lengkap kamu, boleh segera mengikuti langkah yang terakhir saja, yaitu dengan membuat surat pernyataan bermaterai untuk tidak mencantumkan 'Br' di dalam paspor. Hehee...

Akhirnya empat hari kemudian aku kembali berkunjung ke kantor imigrasi Jaktim tersebut.
Untuk yang keempat kalinya aku datang ke kantor imigrasi ini dan kali ini juga dengan teman yang berbeda. Hahaha... Tapi sayang, 'He's not a someone special'. Hehehe..
Untunglah kali ini semua lancar. Akhirnya aku mendapatkan pasporku..yeayy....


Demikianlah pengalaman pertamaku dalam pembuatan paspor. Semoga bermanfaat bagi kamu-kamu yang ingin membuat paspor untuk pertama kalinya. Pesanku tidak perlu pakai calo dalam pengurusan pembuatan paspor. Ayo kita dukung reformasi birokrasi yang bersih. Asal semua prosedur dan persyaratan dipenuhi dengan baik, pasti dapat segera selesai.
Itu dulu ya,, sampai berjumpa di pengalaman berikutnya dengan cerita yang berbeda tentunya...
Daggh!




















Senin, 01 September 2014

Independence Day Run

31 Agustus 2014... Minggu yang menyenangkan. Diawali dari kegiatan pagi hari berjalan menuju monas dengan teman-teman sekostan untuk mengikuti lomba lari yang diselenggarakan dalam event Independence Day Run.
Ini adalah kali pertamaku mengikuti event ini setelah sebelumnya pertama kali diselenggarakan pada tahun 2013. Event yang kedua kalinya diselenggarakan ini adalah inisiatif Presiden Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka memperingati HUT NKRI. Hal ini bertujuan untuk mendekatkan istana dengan rakyat dan juga memberikan hiburan bagi rakyat.


Cara mengikuti lomba ini sangat mudah. Pertama dengan mendaftarkan diri melalui internet kemudian mencetak lembar konfirmasi pendaftaran dan selanjutnya mengambil paket lomba pada 25-29 Agustus kemarin di FX Sudirman.
Aku mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba lari kategori 8K (8 Km) bersama dengan beberapa teman dari kantor dan juga pastinya teman satu atap di kostan.

Pagi itu ketika berjalan menuju monas, kami bertemu dengan para pelari lain yang tampak begitu antusias. Bahkan begitu banyak kumpulan tim dari Angkatan (Darat, Laut, maupun Udara) yang menyanyikan yel-yel sambil berjalan. Waaahhh,, benar-benar membuatku semakin bersemangat mengikuti kegiatan ini.

Uppss... tidak lupa berfoto ria dulu sebelum lari.. :)

Pukul 06.00 WIB semua pelari baik yang 17K maupun yang 8K berkumpul di belakang garis start untuk kemudian melaksanakan upacara dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Pukul 06.15 lomba pun dibuka oleh Bapak Presiden dan yang pertama berlari adalah dari kategori 17K, kemudian disusul oleh kategori 8K.

Kamis, 12 Juni 2014

Galauuu??


Hello...waah,, sudah lama banget gak nulis di blog ini lagi. Sekitar 8 bulan,,hahaaa.
Tapi bukan berarti lembaran diary kehidupan itu gak terisi. Malah karena begitu banyak yang terjadi, sehingga membuatku tidak sempat untuk menuliskannya disini. Tapi di buku harian,,teteep..hehehhe

Saat ini aku sudah bekerja di Kementerian Keuangan. Ya, sudah pasti sih,, melanjutkan ikatan dinas yang aku ikuti di perkuliahan. Kini banyak hal baru yang aku alami. Mulai dari OJT (On Job Training), Samapta (orientasi pagi pegawai baru), sampai akhirnya penempatan.
Wahhh,, bisa dibayangin apa rasanya bergaul dengan orang-orang baru, melakukan hal-hal baru.,.. Pokoknya mengasyikkan deh. Seperti karakterku yang memang suka keramaian, aku sungguh menikmati masa-masa itu. Tapi ketika tiba saatnya penempatan, dan aku ditempatkan sebagai seorang sekretaris..kamu tahu,,itu bukanlah hal yang mudah buatku. Ternyata, sampai hari ini, aku masih sering merasa galau..dan ketika aku cari tahu, merenung.. baru aku menyadari, kalau aku belum beradaptasi sepenuhnya dengan lingkungan kerjaku yang baru. Hahahhaha