Senin, 01 April 2013

22


                     Hidup terus berjalan, apa yang telah terjadi kemarin tidak akan pernah bisa dicancel layaknya sebuah program di computer. Semua bermula dari kamu. Saat kamu ingin memperoleh buah jeruk, tanamlah biji jeruk. Saat suatu nanti kamu ingin ketika duduk, dan merenungkan dan mengingat setiap kejadian manis yang telah lalu, ukirlah itu pada waktu sekarang. Coz life is so beautiful. Hidup terlalu sia-sia untuk dikeluhkan, tapi akan sangat berarti jika dinikmati dan diisi dengan setiap moment-moment berharga yang tak akan terulang kembali.
Trust me! J
22.. wah, angka kembar tahun ini yang kusandang tepat pada hari Sabtu,30-03-2013…..
tidak terasa, kini bayi kecil,mungil yang hadir ke dunia pada 30 Maret 1991 dan sangat mengagumi rambut panjang hingga berumur 9 tahun, yang mulai mulai menyukai seorang anak laki-laki ketika duduk di kelas 5 SD hingga membutnya mengerti arti perjuangan untuk mengejar prestasi yang terukir indah, menikmati persahabatan yang membuahkan karya-karya seni yang hebat, melangkah lebih jauh demi angan dan cita,dengan perjuangan,kesuliatan, kegagalan, doa,harapan,dorongan semangat ….kini telah menapaki sebuah jalan dengan start baru yang mengukirkan angka-22..

                   Semakin aku merenungkannya, semakin aku merasa masih banyak sekali resolusi yang belum tercapai, banyak hal yang belum dapat aku lakukan, menyadari pribadi yang masih terlau jauh dari kesempurnaanNya.., merasakan betapa diriku sebagai orang yang paling beruntung atas setiap anugerahNya, setiap kesempatan dariNya untukku terus belajar menuju ke kesempurnaanNya…

                     Usia 22 tahun menorehkan banyak cerita, kisah dan keajaiban yang telah terjadi. Untuk pertama kalinya setelah 3 tahun menetap di tanah perantauan, akhirnya aku dapat membuka hari jadiku dikelilingi keluarga tercinta. Saat aku membuka mata,mereka ada disini bersamaku, membangunkanku dengan nyanyian ‘Selamat ulang tahun’, yang membuatku meneteskan air mata bahagia dan semakin membuatku melihat bahwa ini nyata, saat aku memeluk dan mencium mereka satu persatu.
Ada rasa bahagia yang sangat besar saat mengucapkan doa dan harapan di pagi itu.
Ketika terlintas sebuah kejadian yang terjadi sebagai jawaban atas doaku yang selama ini kunantikan..,,
Ya, pagi itu, mataku terpejam dan aku tersenyum padaNya dan hatiku berkata “Kamu memang paling bisa!”
Tuhanku memang paling bisa! Dia tahu cara membuatku begitu bahagia sampai tidak bisa berkata-berkata selain bersyukur dan bersyukur.



Kini aku tersenyum sambil melihat kenangan-kenangan yang  tak akan pernah terulang kembali. Saat  hati kecil berbicara, aku mau terus setia berjalan bersamaNya, karena hanya itu yang kutahu, hanya itu yang terbaik buatku dan juga buatNya.
Memulai usia yang baru, harapan baru, resolusi baru, dan semangat untuk mengisi setiap lembaran yang akan kujalani dengan kisah perjuangan, cita dan cinta , serta yang terutama melakukan apa yang Dia mau dalam hidupku..
Karena aku percaya, aku sungguh percaya, “He is good!”



Minggu, 24 Maret 2013

Cermin yg terlupakan



Cermin yg terlupakan


Pada suatu ketika, sepasang suami istri, katakanlah nama mereka Smith, mengadakan'garage sale' untuk menjual barang-barang bekas yang tidak mereka butuhkan lagi. Suami istri ini sudah setengah baya, dan anak-anak mereka telah meninggalkan rumah untuk hidup mandiri.
Sekarang waktunya untuk membenahi rumah, dan menjual barang-barang yang tidak dibutuhkan lagi.


Saat mengumpulkan barang-barang yang akan dijual, mereka menemukan benda-benda yang sudah sedemikian lama tersimpan di gudang. Salah satu di antaranya adalah sebuah cermin yang mereka dapatkan sebagai hadiah pernikahan mereka, dua puluh tahun yang lampau.


Sejak pertama kali diperoleh, cermin itu sama sekali tidak pernah digunakan. Bingkainya yang berwarna biru aqua membuat cermin itu tampak buruk, dan tidak cocok untuk diletakkan di ruangan mana pun di rumah mereka. Namun karena tidak ingin menyakiti orang yang menghadiahkannya, cermin itu tidak mereka kembalikan.


Demikianlah, cermin itu teronggok di loteng. Setelah dua puluh tahun berlalu, mereka berpikir orang yang memberikannya tentu sudah lupa dengan cermin itu. Maka mereka mengeluarkannya dari gudang, dan meletakkannya bersama dengan barang lain untuk dijual keesokan hari.


Garage sale mereka ternyata mendapat banyak peminat. Halaman rumah mereka penuh oleh orang-orang yang datang untuk melihat barang bekas yang mereka jual. Satu per satu barang bekas itu mulai terjual. Perabot rumah tangga, buku-buku, pakaian, alat berkebun, mainan anak-anak, bahkan radio tua yang sudah tidak berfungsi pun masih ada yang membeli.

Selasa, 19 Maret 2013

dia.., Cinta


dia.., Cinta
Cinta ….
sesuatu yang telah menggoreskan tulisan di kertas hatiku
seumpama alunan musik
yang mengalun seirama melodi yang terdengar merdu
bagaikan udara segar di pagi hari ,
dihiasi mentari yang bersinar
menyapaku dengan sebuah senyuman yang terukir sempurna..

Cinta…
tak satu katapun sempat terucap,
 tak cukup waktu untuk ku sejenak berpikir dan menyadari…
seolah angin yang berhembus, membelaiku lembut
dan menenangkanku di taman yang indah bertaburan bunga ..
sejenak membawa diri ini jauh ke alam penuh warna,
bersama melukiskan mimpi, harapan dan cerita….

semakin ku mencari tahu, semakin terasa indah…
siapakah gerangan?
menatap dia dalam keindahannya
mengagumi dia dengan kesempurnannya
dan mencuri tawa di tengah senyumannya

Cinta….
selalu berhasil mengubah arah perahu yang sedang melaju
tak pernah berhenti meniti jalan setapak yang tak mengenal ujung
menitipkan sebait puisi untuk menemani di setiap langkah
sesuatu yang sanggup membuat mata terpejam
dan hati kecil berbicara
mengucapkan harapan dan impian..
bagi dia, Cinta…
yang kan bersemi di jiwa yang merindukannya…
dia , Cinta…

Senin, 10 September 2012

PERUMPAMAAN PENSIL


PERUMPAMAAN PENSIL  
(Diambil dari buku 'Empowering Words',by : Ida Prastiowati)


Pembuat pensil menyampaikan pesan kepada pensil sesaat sebelum memasukkannya ke dalam kotak.Ada lima hal yang harus kamu ketahui sebelum aku mengirim kamu ke dunia.Selalu ingat pesan ini dan jangan pernah melupakannya.Maka kamu akan menjadi pensil terbaik di dunia.

Pertama,Kamu akan bisa melakukan banyak hal hebat,tapi hanya jikalau kamu membiarkan dirimu dipegang dalam tangan seseorang.
Kedua,Kamu akan merasa sakit setiap kali diraut,tapi kamu memerlukan itu untuk menjadi pensil yang lebih baik.
Ketiga,Kamu akan bisa memperbaiki setiap kesalahan yang kamu lakukan.
Keempat,Bagian yang paling penting dari kamu akan selalu berada di dalam.
Kelima,Pada setiap permukaan dimana kamu digunakan,kamu harus meninggalkan jejak.Apapun kondisinya,kamu harus terus menulis.

Pensil mengerti dan berjanji untuk selalu mengigat pesan itu.Lalu masuk ke dalam kotak dengan tujuan di hati.

Sekarang ganti pensil itu dengan diri kita.Selalu ingat pesan itu dan jangan pernah lupa,dan kita akan menjadi orang yang paling baik.
Pertama, Kita akan bisa mengerjakan banyak hal hebat,tapi hanya jika kita membiarkan diri kita berada dalam tangan Tuhan.Dan membiarkan manusia lain agar mengakses kita untuk banyak anugerah yang kita miliki.
Kedua,kita akan mengalami sakitnya ditajamkan dari waktu ke waktu,dengan melalui berbagai pengalaman,tapi kita memerlukannya untuk menjadi orang yang lebih kuat.
Ketiga,Kita akan dapat mengoreksi setiap kesalahan yang kita buat.
Keempat,Yang paling penting dari diri kita adalah hati dan jiwa,yaitu apa yang selalu ada di dalam.
Kelima,Pada setiap permukaan yang kita lalui,kita harus meninggalkan tanda.Apapun situasinya,kita harus terus mengerjakan kewajiban kita dan terus berkarya.

Mendengarkan Bisikan Jiwa


Mendengarkan Bisikan Jiwa
(diambil dari buku 'Empowering Words' by : Ida Prastiowati)


Suatu hari, seorang eksekutif muda sukses memacu mobil jaguarnya dengan kecepatan tinggi di sebuah jalan. Ia melihat sekelebat bayangan anak di tepi jalan dan mengurangi kecepatan, khawatir si bocah menyeberang tiba-tiba.Tapi tak ada anak yang melintas.Yang terjadi sungguh di luar dugaan.Sebuah bata merah menghantam pintu mobilnya.Ia menghentikan mobil,mengejar beberapa anak dan berhasil menangkap pelakunya.

"Ada apa sebenarnya? Mengapa kamu berbuat seperti itu?" bentaknya kepada si anak."Ini mobil baru dan saya harus mengeluarkan banyak uang untuk memperbaiki pintu mobil ini," lanjutnya."Ampun Pak! Ampun! Saya minta maaf.Saya tak tahu lagi apa yang harus saya lakukan.Saya melempari mobil Bapak karena tak ada mobil yang mau berhenti," kata bocah itu sambil berlinang air mata menunjuk ke tempat parkir.
"Itu adik saya.Dia jatuh dari kursi rodanya dan saya tidak bisa mengangkatnya.Apakah Bapak mau membantu saya mengangkatnya kembali ke kursi roda? Dia terluka dan terlalu berat untuk saya melakukannya sendiri." jelasnya.
Si eksekutif muda terdiam.Lalu mengikuti anak itu dan membantu mengangkat adiknya ke atas kursi roda.
"Terima kasih,Pak! Semoga Tuhan membalas kebaikan Bapak," kata si anak sambil mendorong kursi roda saudaranya dan pulang ke rumah.
Si eksekutif muda lalu berjalan pelan ke mobilnya. Ia tak pernah memperbaiki pintu mobil yang rusak itu untuk mengingatkannya agar jangan berjalan terlalu cepat dalam hidup ini sampai seseorang melemparinya bata untuk menarik perhatiannya.

Hidup ini berbisik kepada jiwa,bicara kepada hati.Kadang,kita tak punya waktu untuk mendengarkan.Sampai hidup melemparkan bata ke kepala kita. Moral cerita ini sangat sederhana. Hanya ada satu hidup, jalani, cintai, dan nikmati. Buat kenangan di setiap saat. Sebarkan cinta,tawa dan harapan.

Senin, 03 September 2012

Meniti Rindu

Teruntuk dua orang yang begitu luar biasa
Ayah dan Ibuku..

Sebait kata, ungkapan hati....

Meniti Rindu
Diriku adalah apa yang aku mau
Sebuah motto yang terpatri dalam jiwaku
Kujalani hariku dengan warna dan cerita
Hingga aku mendapati diri ini disana
Diantara mereka yang begitu mengasihiku
                                 Ketika kubuka jendela pagiku
                                Terlintas senyuman dari mereka yang menyiratkan
                                Kata 'Semangat anakku!'
                                Kuhidup dengan mereka dengan limpah cinta dan kasih sayang
Tapi tiada yang dapat menghentikan waktu, dia terus berjalan
Meninggalkan kenangan akan peristiwa
Berjalan untuk memulai lagi lembaran baru
Untuk menuliskan cerita dan kenangan yang lainnya
Hingga... dia membawaku pada hari itu...
Dengan senyuman dan pelukan hangat dari kedua orang tuaku
Arrgghh,, tiada dapat kubendung air mata ini
Ketika mereka harus rela meninggalkan sejuta kenangan di tanah tercinta
Untukku berlari menuju angan-angan dan cita...
                                Langkah ini terus maju
                               Aku mulai menikmati dan terus menikmati segala rutinitas dan kesibukan
                               Hingga aku terdampar dalam situasi yang menjadikanku bagai titik kecil
                               Diantara bangunan-bangunan besar
Sedalam hati yang merindu kehadiranmu
Ayah...Ibu...
Dapatkah kau tahu waktu-waktu yang kulalui  tanpa dirimu disini
Waktu itu, kala aku letih, gagal, dan hampir terjatuh...
Saat itu wajah kedua orangtuaku terlintas dalam benakku
Andai bisa...
Ingin kurengkuh sejuta rindu
Dan kubawa ke pangkuan ibuku
Ingin kukumpulkan puing-puing angan-angan
Dan kunyatakan di genggaman tangan ayahku
Namun suaranya kembali terngiang di telingaku
'Semangat anakku!'
Aku tahu kau bagaikan kupu-kupu dengan sayap yang hampir patah
Tapi sadarkah kau?
Kau bagian dari diriku
Yang pantang menyerah dan gigih
Bangkit anakku, berjuang dan menangkan...
                                 Kembali kuraih semangatku,, aku bangkit dan memulai lagi
                                 Dengan sejuta harapan dalam sebuah keputusan
                                 'demi keagungan negeriku'
Hari ini aku berdiri dengan toga ini, di hadapan putra-putri bangsa
Kini rindu buat kedua orangtuaku telah mencapai ujungnya
Tiada lagi perlu kutiti, tiada lagi bisa dipendam
Untuk kedua orang yang menggoreskan banyak cerita dalam hidupku...
Hari ini kupandang kedua wajah itu
Wajah yang akan tetap memancarkan semangat
seolah tak peduli waktu dan zaman yang berganti
Padamu Ibu.. untukmu ayahku
Aku siap menjadi seseorang yang berguna bagi negeri ini
Terimakasih ayah.. terima kasih ibu..
Cintamu yang begitu besar,, membentukku menjadi seorang manusia...